DeArtikel.com – TASIKMALAYA – Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mendorong kepala sekolah untuk menjadi pemimpin yang cerdas dan visioner dalam mengelola ekosistem pendidikan.
Hal tersebut disampaikan dihadapan para kepala sekolah, pengawas, penilik dan tenaga pendidik se Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dalam seminar digelar Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI,Sabtu 20 Juni 2026.
Menurutnya, kepala sekolah tidak cukup hanya mengandalkan dana pemerintah, tetapi juga harus mampu menghadirkan berbagai terobosan guna mendukung keberlangsungan dan kemajuan sekolah.
Ferdiansyah menilai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah belum mampu membiayai seluruh kebutuhan sekolah. Karena itu, diperlukan kreativitas dalam mencari alternatif pembiayaan, terutama untuk membantu masyarakat di pedesaan yang memiliki aset tetapi mengalami keterbatasan uang tunai.
Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah pemanfaatan limbah plastik melalui investasi mesin pelumer dan pencetak plastik. Limbah tersebut dapat diolah menjadi berbagai kebutuhan sekolah seperti bangku, pintu, kusen, hingga pupuk. Selain bernilai ekonomis, produk berbahan plastik juga memiliki keunggulan, seperti tahan terhadap serangan rayap.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi sumber pendapatan mandiri bagi sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ferdiansyah bahkan mendorong agar SMK diarahkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sehingga mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan mendukung pembiayaan operasional sekolah secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem sekolah harus dilakukan secara menyeluruh. Kepala sekolah dituntut mampu memberdayakan seluruh potensi yang ada, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua murid, hingga lingkungan sekitar. Dengan kepemimpinan yang inovatif dan kolaboratif, sekolah diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
“Penguatan ekosistem sekolah berarti kepala sekolah harus jeli, cermat, dan mampu mengelola seluruh sumber daya yang ada untuk kemajuan pendidikan,” ujar Ferdiansyah.***
