Komisi X DPR RI Ferdiansyah Dorong Optimalisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di Tasikmalaya


DeArtikel.com – TASIKMALAYA – Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di Indonesia, khususnya di daerah rawan seperti Tasikmalaya.

Untuk itu Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah berkolaborasi bersama Kemendasmen menggelar Workshop Implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan peserta para kepala sekolah, pengawas, penilik dan tenaga pendidik se Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Minggu 21 Juni 2026.
Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen, Herdiana, S.T., MBA, mengatakan SPAB merupakan upaya menyiapkan peserta didik agar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, seperti gempa bumi dan banjir.

Menurutnya, Indonesia berada di kawasan ring of fire yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Karena itu, pendidikan kebencanaan perlu diberikan sejak usia sekolah agar anak-anak memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.

Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen, Herdiana, S.T., MBA,

Selain edukasi, Kemendikdasmen juga tengah menyusun Peta Jalan SPAB 2025–2029 yang salah satu fokus utamanya adalah peningkatan sarana dan prasarana pendukung kesiapsiagaan bencana di sekolah. Fasilitas tersebut meliputi jalur evakuasi, rambu-rambu keselamatan, penandaan titik rawan bahaya, hingga penyediaan alat pemadam api ringan (APAR).

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menegaskan bahwa optimalisasi SPAB harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan sosialisasi yang menjangkau seluruh sekolah. Menurutnya, kegiatan edukasi kebencanaan tidak cukup dilakukan satu kali mengingat jumlah sekolah di wilayah Tasikmalaya dan Garut mencapai ribuan.

Ferdiansyah juga mendorong Kemendikdasmen untuk mengevaluasi kemungkinan perluasan ruang lingkup tugas dan fungsi Biro Umum dalam mendukung program SPAB, termasuk dalam menghadapi bencana sosial yang berpotensi mengganggu proses pendidikan.

Ia menilai kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan sangat penting karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga guru dan orang tua. Gangguan akibat bencana dapat menurunkan kualitas pembelajaran apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Melalui kolaborasi antara DPR RI, Kemendikdasmen, dan berbagai pihak terkait, program SPAB diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *