DeArtikel.com – Bandung – Jalan Rusak, Pedagang yang Disalahkan? Bandung Lagi Ramai Nih
Kota Bandung kembali gaduh. Kali ini gara-gara pernyataan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menyebut pedagang dan pelaku UMKM di kawasan Jalan Panjunan sebagai penyebab utama rusaknya jalan di wilayah tersebut.
Katanya, barang dagangan yang mengandung air bikin jalan terkikis, lalu permukaannya jadi bolong-bolong. Pernyataan itu langsung bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Soalnya, masyarakat menilai alasan itu terlalu dipaksakan dan jauh dari akar persoalan sebenarnya.
Banyak yang justru melihat kerusakan jalan lebih masuk akal disebabkan oleh buruknya perawatan, sistem drainase yang amburadul, atau kualitas jalan yang memang sudah menurun. Jadi kalau tiba-tiba pedagang kecil yang disorot, ya wajar kalau muncul protes.
Kritik keras datang dari Irzal Yanuardi, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat DPC PDI Perjuangan Kota Bandung. Menurutnya, menyalahkan pedagang itu seperti pepatah lama: buruk muka cermin dibelah. Kalau jalan rusak, ya mestinya pemerintah evaluasi pengelolaan jalan, bukan malah cari kambing hitam.
Menurut Irzal, pedagang kecil itu justru warga yang sedang berjuang bertahan hidup. Mereka jualan buat makan, bayar sekolah anak, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bukannya dibantu, malah dituding sebagai penyebab masalah.
Ia juga menyinggung soal Perda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Harusnya, kata dia, pemerintah fokus menata dan memberdayakan pedagang, bukan memakai pola lama yang identik dengan penggusuran atau penekanan.
Kasus ini membuka pertanyaan besar: apakah Pemkot Bandung benar-benar paham cara menata kota tanpa menyakiti rakyat kecil? Karena membangun kota itu bukan cuma soal aspal mulus dan trotoar rapi, tapi juga soal bagaimana warga kecil tetap bisa hidup layak.
Bandung itu kota kreatif, kota dagang, kota penuh pelaku usaha kecil. Kalau semua masalah dilempar ke pedagang, nanti yang rusak bukan cuma jalan, tapi juga kepercayaan masyarakat.
Sekarang warga tinggal menunggu, apakah Pemkot akan fokus benahi jalan rusak atau terus sibuk mencari siapa yang bisa disalahkan.***
