DeArtikel.com – Tasikmalaya – Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan tusuk sate di berbagai daerah meningkat signifikan.
Karto Widodo, perajin tusuk sate dari Kampung Panunggulan, Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa permintaan pasar hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa. “Idul Adha adalah musim panen bagi kami. Kenaikan permintaan hampir 100 persen,” ujar Karto.
Meskipun permintaan tinggi, Karto mengaku kesulitan memenuhi semua pesanan karena keterbatasan kapasitas produksi. Dalam sehari, satu mesin dapat memproduksi sekitar 250 kilogram tusuk sate basah, dengan tiga mesin yang beroperasi di Tamansari, Cineam, dan Cikalong.
“Kami tetap suplai pelanggan yang sudah langganan,” tambah Karto.
Produksi tusuk sate ini dipasarkan hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, dengan total 18 pekerja di tiga lokasi pabrik.
Namun, perajin juga menghadapi kendala cuaca, di mana hujan tinggi menghambat pasokan bahan baku bambu.Kenaikan permintaan juga berdampak pada harga jual tusuk sate, yang naik sekitar 20 persen. Saat ini, harga berkisar antara Rp17.000 hingga Rp17.500 per kilogram, dengan paket berisi 400 pcs seharga Rp4.500.***
