DeArtikel.com – Tasikmalaya – Penting untuk dicatat bahwa dalam berbagai workshop /diskusi di bidang pendidikan, kita harus memperhatikan kebutuhan anak-anak yang kurang beruntung, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Data menunjukkan bahwa sekitar 2,7% dari total penduduk Indonesia terindikasi berkebutuhan khusus. Hal ini tentunya memerlukan tenaga pendidik yang profesional untuk mengajar anak- anak berkebutuhan Khusus.
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah secara rutin menggelar workshop dan sosialisasi program pendidikan inklusif pendidikan yang bermutu dan berkeadilan untuk semua di Kota Tasikmalaya, Minggu 31 Mei 2026.
Agenda yang diselenggarakan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengusulkan agar rasio tenaga pendidik dan siswa dievaluasi kembali.
Menurutnya, ” Saat ini, rasio yang berlaku adalah satu guru untuk tiga anak. Kami mempertanyakan apakah rasio ini masih relevan, atau perlu disesuaikan menjadi satu guru untuk dua anak, mengingat kebutuhan yang semakin meningkat.”
Dengan digelarnya Workshop ini bertujuan untuk mengajak para kepala sekolah, guru, dan lembaga pendidikan inklusif untuk lebih memperhatikan dan mendukung anak-anak yang kurang beruntung dan berkebutuhan khusus. Kami berharap ada peningkatan anggaran untuk perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, serta perbaikan dalam jumlah tenaga pendidik yang menangani mereka.****
