DeArtikel.com – Bandung – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, wacana mengenai arah kepemimpinan organisasi kembali mengemuka. Dalam diskusi yang digelar DPW PKB Jawa Barat di Bandung, Sabtu (1/8), sejumlah pembicara menilai NU membutuhkan figur yang mampu menggabungkan karakter kepemimpinan KH Idham Chalid dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda menilai kedua tokoh tersebut memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Menurutnya, KH Idham Chalid dikenal mampu membangun komunikasi dengan pemerintah tanpa kehilangan posisi organisasi, sedangkan Gus Dur dinilai kuat dalam menjaga kedekatan dengan warga nahdliyin dan bersikap kritis terhadap kekuasaan.
Ia mengatakan perpaduan dua karakter tersebut dibutuhkan untuk menghadapi tantangan NU ke depan, baik dalam menjaga hubungan dengan negara maupun merawat basis jamaah.
Selain figur ketua umum, Syaiful juga menekankan pentingnya pembagian peran di tubuh PBNU. Menurutnya, posisi Rais Aam harus tetap menjadi simbol otoritas keulamaan yang kuat, sementara jajaran tanfidziyah ditopang oleh kepemimpinan yang memiliki kapasitas manajerial dan mampu mengelola organisasi secara profesional.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Ia menilai kepemimpinan PBNU saat ini layak dievaluasi karena dianggap lebih banyak membangun relasi dengan elite dibanding memperhatikan kebutuhan warga nahdliyin.
Menurut Burhanuddin, NU memerlukan sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara hubungan dengan pemerintah dan keberpihakan terhadap umat. Ia menyebut KH Idham Chalid memiliki kekuatan dalam membangun komunikasi dengan penguasa, sedangkan Gus Dur dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan akar rumput.
Diskusi bertajuk Menelusuri Jejak Keteladanan Pemimpin NU dari Masa ke Masa itu juga menghadirkan Guru Besar Australian National University Greg Fealy dan sejarawan Iip D. Yahya. Pembahasan berfokus pada rekam jejak kepemimpinan KH Idham Chalid serta relevansinya dalam menentukan arah kepemimpinan NU menjelang Muktamar ke-35.***
Jelang Muktamar NU Ke-35, PKB Jabar Soroti Model Kepemimpinan PBNU, Kombinasi Idham Chalid dan Gus Dur Dinilai Ideal
