DeArtikel.com – TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat transformasi digital daerah.
HLM yang dipimpin Bupati Tasikmalaya, Dr. Cecep Nurul Yakin, dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, kepala desa, dan Bank Indonesia. Dalam kesempatan itu, pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi El Niño melalui penguatan pengelolaan sumber daya air, peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian hama, serta penguatan cadangan pangan dan kerja sama antar daerah.
Selain pengendalian inflasi, HLM TP2DD juga mendorong percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Meski Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Tasikmalaya telah berada pada kategori digital, pemerintah akan memperluas digitalisasi pembayaran pajak, retribusi daerah, dan berbagai layanan publik untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta optimalisasi pendapatan daerah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, mengatakan inflasi di wilayah Priangan Timur masih terjaga sesuai sasaran nasional. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap potensi kenaikan harga LPG, fluktuasi harga pangan strategis, dan dampak kekeringan akibat El Niño. Menurutnya, koordinasi lintas instansi dan penguatan sektor pertanian menjadi kunci menjaga stabilitas harga.
Melalui HLM TPID dan TP2DD, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga, memperkokoh ketahanan pangan, serta mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.***
