DeArtikel.com – TASIKMALAYA – Cekcok antar pedagang kaki lima di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, berujung ledakan pada Sabtu malam. Menindaklanjuti kejadian tersebut, di hari minggu siang, aparat kepolisian bersama Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah kontrakan salah seorang pedagang yang diduga terkait dengan peristiwa itu.
Rumah kontrakan di kawasan Cilembang itu dihuni AAS, seorang pedagang kaki lima di kawasan Dadaha. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senapan angin, sebilah belati, serta beberapa barang lainnya. Selain itu, beredar foto yang memperlihatkan benda-benda yang diduga berupa komponen bahan peledak, seperti rangkaian baterai dan kabel.
Ketua RT setempat, Ade Mumu, mengatakan AAS dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Menurutnya, penghuni kontrakan tersebut mengaku tinggal sementara karena sedang membangun rumah.
“Setahu saya ada sekitar 13 barang yang diamankan, di antaranya senapan angin dan belati,” ujar Ade Mumu.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Andi Purwanto, membenarkan adanya ledakan tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini, tiga orang telah diamankan untuk dimintai keterangan.
“Kami menerima laporan adanya ledakan, kemudian melakukan sterilisasi dan olah TKP. Tiga orang telah diamankan untuk dimintai keterangan. Dalam kejadian ini tidak ada korban,” kata Andi.
Berdasarkan informasi sementara, ledakan bermula setelah terjadi cekcok antara pedagang jagung dan pedagang tahu gejrot. Tak lama kemudian, AAS yang disebut masih memiliki hubungan kerabat dengan salah satu pedagang datang ke lokasi. Saat warga berusaha melerai pertikaian, tiba-tiba terdengar ledakan dari belakang lokasi kejadian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, polisi masih menyelidiki sumber ledakan. Dugaan sementara, ledakan berasal dari bahan peledak rakitan. Aparat juga masih mendalami keterkaitan barang bukti yang diamankan dengan peristiwa tersebut.
Penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap penyebab pasti ledakan dan peran masing-masing pihak yang telah diamankan. Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.***
