Serba Serbi,Sosbud/Kesehatan

Dorong Tata Kelola Keuangan Sekolah yang Transparan, Anggota DPR RI Ferdiansyah Dukung Digitalisasi Pengelolaan BOS

DeArtikel.com – TASIKMALAYA – Anggota DPR RI Komisi X, Ferdiansyah, menegaskan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan keuangan sekolah sebagai upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta transparansi penggunaan anggaran pendidikan.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan sosialisasi digitalisasi pengelolaan keuangan sekolah, kepada para Kepala sekolah, Tenaga Pendidik se Kota dan Kab Tasikmalaya dengan melibatkan Biro Keuangan Kementerian Pendidikan.

Menurutnya, transformasi digital menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan negara, khususnya dana yang dikelola satuan pendidikan.

“Yang paling penting kita informasikan bahwa tata kelola yang efisien ke depan akan membantu efektivitas dan efisiensi anggaran. Karena itu, pengelolaan keuangan negara, terutama yang ada di sekolah, harus didukung oleh digitalisasi,” ujar Ferdiansyah.

Ia menjelaskan, melalui sosialisasi tersebut pemerintah mendorong agar pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan anggaran sekolah semakin optimal, baik dari sisi tata kelola maupun implementasinya di lapangan.

Salah satu contoh penerapannya adalah dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan sistem digital, penggunaan anggaran BOS di setiap sekolah dapat dipantau secara real time sehingga seluruh transaksi terekam dengan baik.

“Penggunaan BOS sekarang sudah terlihat di masing-masing sekolah. Berapa persen anggaran yang telah digunakan semuanya terekam dalam sistem,” katanya.

Selain itu, digitalisasi juga diterapkan pada proses pengadaan dan pembelanjaan melalui aplikasi yang dinilai mampu meminimalkan potensi penyimpangan anggaran. Menurut Ferdiansyah, sistem tersebut membuat proses belanja menjadi lebih terbuka, transparan, dan akuntabel karena harga barang dapat dipantau sehingga mengurangi peluang terjadinya praktik mark-up.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi digitalisasi di sejumlah sekolah sebagai sampel. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola keuangan daerah.

Ferdiansyah menilai, pengelolaan keuangan yang semakin baik juga akan berdampak positif terhadap kualitas neraca Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, kondisi tersebut penting apabila di masa mendatang pemerintah daerah berencana menerbitkan obligasi daerah.

“Karena salah satu syarat penerbitan obligasi daerah adalah neraca APBD yang baik. Maka, tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi sangat penting,” pungkasnya.***

Anda mungkin juga suka...