DeArtikel.com – TASIKMALAYA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui langkah yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sebagai salah satu daerah yang berhasil menjaga stabilitas inflasi dan meraih apresiasi dalam TPID Awards 2025, Kota Tasikmalaya kini menjadi rujukan bagi daerah lain dalam menerapkan strategi pengendalian inflasi.
Salah satu bentuk penguatan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Blitar pada 23 Juni 2026. Kesepakatan ditandatangani oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Bupati Blitar Rijanto sebagai upaya memperkuat pasokan komoditas pangan strategis serta menjaga stabilitas harga di kedua daerah.
Inflasi Kota Tasikmalaya pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,82 persen (year on year), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Capaian tersebut menunjukkan efektivitas berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi daerah terus tumbuh.
Kerja sama dengan Kabupaten Blitar dinilai strategis mengingat daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi telur ayam terbesar di Jawa Timur dan nasional dengan kapasitas produksi sekitar 432 ton per hari. Selain telur ayam, Kabupaten Blitar juga memiliki komoditas unggulan hortikultura seperti cabai rawit, belimbing, pisang cavendish, nanas, dan melon.
Melalui kerja sama ini, Kota Tasikmalaya diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pasokan pangan, terutama saat terjadi peningkatan permintaan maupun gangguan pasokan. Dengan rantai distribusi yang lebih terhubung, stabilitas harga pangan dapat lebih terjaga sehingga mampu melindungi daya beli masyarakat.
Bank Indonesia Tasikmalaya bersama TPID akan terus memperkuat koordinasi, pemantauan harga, dan berbagai langkah pengendalian inflasi. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, serta lembaga ekonomi daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.***
